Tuesday, December 6, 2011

KEANEKARAGAMAN PADA HEWAN DAN TUMBUHAN


Tujuan Praktikum
1.       Mendeskripsikan berbagai variasi pada hewan atau tumbuhan berdasarkan  hasil
pengamatannya.
2.       Membuat dendogram Indeks Kesamaan Sorenson



Dasar Teori
Keanekaragaman   hayati    adalah    keanekaragaman    makhluk    hidup    yang
menunjukkan  keseluruhan  variasi  gen,  spesies  dan  ekosistem  di  suatu  daerah. Ada dua
faktor  penyebab  keanekaragaman  hayati,  yaitu  faktor  genetik  dan  faktor  luar. Faktor
genetik  bersifat  relatif  konstan  atau  stabil pengaruhnya terhadap  morfologi  organisme.
Sebaliknya,  faktor   luar  relatif   stabil  pengaruhnya  terhadap   morfologi   organisme.
Lingkungan atau  faktor  eksternal  seperti makanan,  suhu,  cahaya matahari, kelembaban,
curah hujan dan faktor lainnya bersama-sama faktor menurun yang diwariskan dari kedua
induknya sangat berpengaruh  terhadap fenotip suatu  individu. Dengan demikian  fenotip
suatu individu merupakan hasil interaksi antara genotip dengan lingkungannya
Keanekaragaman hayati dapat terjadi pada berbagai tingkat kehidupan, mulai dari
organisme tingkat rendah sampai  organisme tingkat  tinggi.  Misalnya dari mahluk  bersel
satu  hingga  mahluk  bersel  banyak  dan  tingkat  organisasi  kehidupan  individu  sampai
tingkat interaksi kompleks, misalnya dari spesies sampai ekosistem.
Secara garis besar, keanekaragaman hayati terbagi menjadi tiga tingkat, yaitu :
1.        Keanekaragaman gen
Setiap  sifat organisme hidup  dikendalikan  oleh  sepasang faktor  keturunan  (gen)
yang berasal dari  kedua induknya Keanekaragaman  tingkat ini dapat ditunjukkan
dengan adanya variasi dalam satu jenis.



2.










3.



Keanekaragaman jenis (spesies)

Keanekaragaman   ini   lebih   mudah   diamati   daripada   keanekaragaman   gen.
Keanekaragaman  hayati  tingkat  ini  dapat  ditunjukkan  dengan  adanya  beraneka
macam jenis  mahluk hidup baik yang termasuk kelompok hewan,  tumbuhan dan
mikroba.

Keanekaragaman ekosistem
Keanekaragaman   tingkat  ini  dapat  ditunjukkan  dengan  adanya  variasi  dari
ekosistem di biosfir.


Ketiga macam  keanekaragaman  tersebut  tidak  dapat  dipisahkan  satu  dengan  yang  lain.
Ketiganya   dipandang   sebagai   suatu    keseluruhan   atau    totalitas   yaitu   sebagai
keanekaragaman hayati.



III.     Bahan

Tumbuhan    :   mawar, soka, aster, dahlia dan bougenville



IV.     Cara Kerja

1.


2.
3.

Tentukan  bahan yang hendak  digunakan dan  sifat yang diamati,  meliputi: warna,
ukuran, dan ciri khas lainnya.
Pengamatan meliputi sifat dari bahan yang telah ditentukan, dan carilah variasinya.
Carilah  seluruh  pengamatan pada LKS dan lengkapi dengan foto  dari  variasi sifat
yang diamati.
.     Pembahasan

Pada   kegiatan   praktikum   tentang   keanekaragaman   pada   tumbuhan,   kami
melakukan  identifikasi  pada  beberapa  tanaman  yang  berbeda  yang  telah  ditentukan.
Tumbuhan  yang kami  identifikasi  merupakan  beberapa jenis  tanaman  dengan  beberapa
variasi  yang  berbeda.  Jenis  tanaman  yang  kamiamati  adalah  tanaman  Bunga  Mawar
(Rosa  sp),  Soka   (Ixora  paludosa),  Bougenvill  (Bougenvilia  spectabilis),  Aster  (Aster
novae-angeliae),  dan  Dahlia  (Dahlia  pinata).  Dari  kelima  tanaman  tersebut  sifat  atau
karakter yang kami amati, antara lain: warna mahkota, ukuran mahkota, bentuk mahkota,
tangkai bunga, adanya putik, adanya benang sari, kelopak, dan jumlah mahkota.

Setiap  tumbuhan  memiliki  karakter  yang  berbeda-beda,  hal  ini  menunjukkan
adanya  variasi  sifat  dari  masing-masing  individu.  Terdapat  beberapa  perbedaan  dan
persamaan  dari  setip  individu  yang  diamati.  Perbedaan  setiap  individu  terdapat  pada
warna  mahkota,  bentuk  mahkota,  tangkai  bunga,  dan  jumlah  mahkotanya.  Persamaan
masing-masing individu terdapat pada adanya putik, adanya benang sari, kelopak. 



VII.    Kesimpulan

Dalam beberapa spesies, terdapat beragam variasi dan karakteristik  dari  masing-
masing individu.  Individu  yang memiliki kesamaan karakteristik berdasarkan percobaan
yang kami lakukan dan amati terdapat pada tanaman  bunga Aster dan Dahlia,  yaitu pada
adanya putik dan bentuknya, selain itu pada tangkai sama-sama keras, bentuk daunya pun
serupa namun Dahlia ukurannya lebih besar, helaian mahkotanya lepas(tidak berlekatan),
berbau, sama-sama tidak memiliki kelenjar madu. 

Perbedaan yang kami temukan pada objek pengamatan kami misalnya pada bunga
Soka dan Bougenville,  sangat  jauh  perbedaannya,  mulai  dari  helaian  mahkota,  tangkai,
bentuk  mahkota  dll.  Soka  memiliki  mahkota  yang  lebih  kecil  namun  tidak  lunak,
sedangkan  Bougenvill  memiliki mahkota yang tipis,  agak  besar  dan  sedikit berkerut  di
permukaannya.

Memang secara fisik kelima objek  yang kami gunakan dalam praktikum memiliki
kesamaan, namun secara genetik terdapat perbedaan karena tidak dalam satu sepsies dan
genus.



VIII.   Pertanyaan pascalab

1.

Sebutkan variasi sifat dari objek pengamatan?








2.


3.


4.


5.



Jawab:  warna  mahkota, ukuran  mahkota, bentuk  mahkota,  tangkai  bunga,  putik,
benang sari, kelopak dan jumlah mahkota.
Adakah persamaan dan perbedaannya?
Jawab: ada, dapat dilihat pada table hasil pengamatan.
Variasi apakah yang paling banyak dijumpai pada objek pengamatan?
Jawab: warna mahkota bunga dan bentuk mahkotanya.
Hitung indeks kesamaan dari objek yang diamati!
Jawab: tidak disertakan
Buatlah kesimpulan dari hasil pengamatan!
Jawab: terlampir














I.








II.



PRAKTIKUM II


KEANEKARAGAMAN  PADA HEWAN DAN TUMBUHAN





Tujuan Praktikum
Tujuan  praktikum  adalah  membuktikan  perbandingan  menurut  Mendel  1:2:1
untuk  rasio  genotip  dan  3:1  untuk  rasio  fenotip  pada  persilangan  monohibrid  serta
perbandingan fenotip 9:3:3:1


Dasar Teori
Salah  satu  aspek  yang  penting  pada  organisme  hidup  adalah  kemampuannya
untuk  melakukan  reproduksi  dan  dengan  demikian  dapat  melestarikan  jenisnya.  Pada
organisme yang berkembangbiak  secara seksual, individu  baru  adalah  hasil kombinasi
informasi  genetis  yangdisumbangkan  oleh  2  gamet  yang  berbeda  yang  berasal  dari
keduaparentalnya.
George Mendel adalah seorang yang telah berhasil dalam percobaan-percobaannya pada
bidang hibridasi. Mendel menyusun beberapa postulatnya, antara lain :


1.      Sifat   materai   herediter    berupa   benda   atau   partikel    &   bukan   berupa
cairan/homurai.
2.      Sifat tersebut berpasangan.
3.      Sifat  yang tertutup dapat  muncul kembali,artinya sifat  yang resesif  akan terlihat
ekspresinya dalam keadaan yangtertentu.


1.       Persilangan Monohibrid
Dalam   hukum   mendel   I   yang   dikenal   dengan The   Law   of
Segretation  of  Allelic  Genesatau Hukum  Pemisahan  Gen  yang  Sealel
dinyatakan   bahwa   dalam   pembentukan   gamet,   pasangan   alel   akan
memisah secara bebas. Peristiwa pemisahan ini terlihat ketika pembetukan
gamet  individu  yang  memiliki  genotif  heterozigot,  sehingga  tiap  gamet
mengandung  salah  satu  alel  tersebut.  Dalam  inidisebut  juga  hukum















































III.     Bahan

















2.



segregasi  yang  berdasarkan  percobaan  persilangandua  individu  yang
mempunyai satu  karakter  yang berbeda. Berdasarkan hal  ini,  persilangan
dengan  satu  sifat  beda  akan  menghasilkan  perbandingan  fenotif  1:2:1,
yaitu  ekspresi  gen  dominan  resesif  =  3  :  1.  Namun  kadang-kadang
individu  hasil  perkawinan  tidakdidominasi  oleh  salah  satu  induknya.
Dengan kata  lain,  sifat dominasitidak  muncul secara penuh. Peristiwa ini
menunjukkan adanya sifat intermedier.
Persilangan Dihibrid
Dalam   hukum   mendel   II   atau   dikenal   dengan The   Law   of
Independent assortmen  of  genesatau Hukum  Pengelompokan Gen Secara
Bebas dinyatakan bahwa selama pembentukan gamet, gen-gen sealel akan
memisah  secara  bebas  dan  mengelompok  dengan  gen  lain  yang  bukan
alelnya. Pembuktian hukum ini dipakai pada dihibrid atau polihibrid, yaitu
persilangan  dari  2  individu  yang  memiliki  satu  ataulebih  karakter  yang
berbeda.  Monohibrid  adalah  hibrid  dengan  1  sifat  beda,  dan  dihibrid
adalah  hibrid  dengan  2  sifat  beda,  akan  menghasilakn  perbandingan
9:3:3:1.  Fenotif  adalah penampakan/  perbedaan sifat  dari  suatu  individu
tergantung  dari  susunan  genetiknya  yang  dinyatakan  dengan  kata-kata
(misalnya  mengenai  ukuran,  warna,  bentuk,  rasa,  dsb).  Genotif  adalah
susunan genetik dari suatu inidividu yang ada hubungannyadengan fenotif;
biasanya dinyatakan dengan simbol/tanda huruf.

1.  alat kancing genetika warna merah, putih, kuning, hijau (@25 pasang)
2.  2 stoples


IV.     Cara Kerja
Praktikum I (monohibrid):
1.  Pisahkan  25  kancing  (warna  cerah  dominan)  menjadi  dua  bagian  masing-  masing
terdiri dari 25 buah kancing berlekuk sebagai gamet betina dan 25 buah kancing yang
menonjol untuk gamet jantan.












































V.



2.  Campurkan  25  kancing  merah  dan  25  kancing  putih  sebagai  gamet  betina  dalam
stoples yang sama (stoples I), demikian pula untuk 25 kancing merah dan 25 kancing
putih sebagai gamet jantan dicampur dalam stoples yang lain.
3.  Lakukan  pengambilan  secara  acak  satu  kancing  dari  stoples  I dan  1  kancing  dari
stoples  II,  kemudian  pasangkan  dan  catat  macam  dan  junlah  fenotip  serta  genotip
dalam table.
4.  Hitung perbandingan yang diperoleh baik fenotip maupun genotip.


Praktikum II (dihibrid):
1.  Pisahkan 25 pasang kancing dari setiap warna masing- masing menjadi 2 bagian yang
sama   sebagai   gamet   jantan   (kancing   menonjol)   dan   gamet   betina   (kancing
melengkung)
2.  Campurkan gamet jantan masing- masing dari kancing merah (M) dan kancing putih
(m) juga gamet betina masing- masing dari kancing merah (M) dan kancing putih (m)
kemudian pasangkan secara acak (kelompok kancing ini disebut kelompok A)
3.  Lakukan  langkah  seperti  point  nomer  2  untuk  kancing  hijau  (H)  dengan  kancing
kuning (h) (kelompok kancing ini disebut kelompok B)
4.  Pertemukan  setiap pasangan dari  kelompok A dan B sampai habis, catat macam dan
jumlah fenotip yang dihasilkan pada tabel.
5.  Hitung perbandingan yang diperoleh.


0 komentar:

Post a Comment