Batang Bunga Sepatu (Hibiscus rosasinensis)

Pada pengamatan sayatan tipis batang bunga sepatu (Hibiscus rosasinensis) dengan perbesaran 10 x 10, dapat terlihat epidermis, korteks, floem, kambium, xylem dan empulur. Batang bunga sepatu (Hibiscus rosasinensis) ini termasuk batang dikotil dan mempunyai berkas pembuluh tipe kolateral terbuka dan berkas pengangkutnya berada teratur di dalam lingkaran.
Epidermis pada batang adalah sel hidup yang mampu bermitosis, hal ini penting dalam upaya memperluas permukaan apabila terjadi tekanan dari dalam akibat pertumbuhan sekunder. Korteks adalah kawasan diantara epidermis dan sel silinder pembuluh paling luar, korteks btang terdiri dari parenkim yang berisi kloroplas. Di tepi luar sering terdapat kolenkim dan sklerenkim. Batas antara korteks dan daerah pembuluh atau pengangkut tidak jelas karena sering tidak ditemukan endodermis apalagi pada batang yang masih muda (Hidayat, 1995).
Kekhususan yang utama pada kolateral terbuka adalah terdapatnya kambium dalam berkas ini, yang berfungsi sebagai jaringan penghubung antara floem dan xylem. Selain itu dapat berperan demikian besar dalam pembentukan pembuluh-pembuluh tapis sekunder ke arah luar dan membentuk pembuluh-pembuluh kayu. Kambium pada batang pada penampang melintang biasanya merupakan lingkaran yang kontinu (Sutrian, 1992).
Pada tipe ini, floem dan xylem berdampingan. Ada dua tipe, yaitu kolateral tertutup yang biasa terdapat pada ikatan pembuluh batang monokotil dan kolateral terbuka yang biasa terdapat pada ikatan pembuluh batang dikotil (Iserep, 1993).
Empulur biasanya terdiri dari parenkim yang dapat mengandung kloroplas. Bagian tengah empulur dapat rusak  diwaktu pertumbuhan, sering hal itu terjadi dibagian di daerah ruas, sementara didaerah buku empulur utuh (Hidayat, 1995).

1 comment: