Anti Mikroba

Antimikroba adalah obat pembasmi mikroba, khususnya mikroba yang merugikan manusia. Berdasarkan sifat toksisitas selektif, ada antimikroba yang bersifat menghambat pertumbuhan mikroba, dikenal sebagai aktivitas bakteriostatik, dan ada yang bersifat membunuh mikroba, dikenal sebagai aktivitas bakterisid (medicastore.com).
Mekanisme penghambatan mikroorganisme oleh senyawa antimikroba dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: (1) gangguan pada senyawa penyusun dinding sel, (2) peningkatan permeabilitas membran sel yang dapat menyebabkan kehilangan komponen penyusun sel, (3) menginaktivasi enzim, dan (4) destruksi atau kerusakan fungsi material genetik (Anonymous, 2010).
Menurut Dwijoseputro (2005) zat-zat kimia yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme adalah:

  1. Golongan alkohol
Beberapa bahan golongan alkohol adalah etanol, propanol, dan isopropanol. Golongan alkohol bekerja dengan mekanisme denaturasi serta berdaya aksi dalam rentang detik hingga menit dan untuk virus diperlukan waktu diatas 30 menit. Umumnya dibuat dalam campuran air pada konsentrasi 70%. Golongan alkohol ini tidak efektif untuk bakteri berspora serta kurang efektif untuk virus non lipid. Keunggulan alkohol ini adalah sifatnya yang stabil, tidak merusak material, dan dapat di biodegradasi.
2. Golongan halogen
Golongan halogen yang umum digunakan adalah berbasis iodium seperti larutan iodium, iodiofor, providon iodium. Senyawa terhalogenasi adalah senyawa anorganik dan organik yang mengandung gugus halogen terutama gugus klor, misalnya natrium hipoklorit, klor dioksida, natrium klorit, dan kloramin. Golongan ini berdaya aksi dengan cara oksidasi dengan rentang 10 – 30 detik dan umumnya digunakan dalam laritan air dengan konsentrasi 1 – 5%. Aplikasi proses desinfektan dilakukan dengan cara mereduksi virus, tetapi tidak efektif untuk membunuh beberapa jenis bakteri gram positif dan ragi.
3. Senyawa golongan fenol
Senyawa golongan fenol dan fenol terhalogenasi yang telah banyak dipakai antara lain: fenol (asam karbolik), kresol para kloro kresol dan para klora xylenol. Golongan ini berdaya aksi dengan cara denaturasi dalam rentang waktu sekitar 10 – 30 detik. Umumnya digunakan dalam larutan air dengan konsentrasi 0,1 – 5%. Aplikasi proses desinfektan dilakukan untuk virus, spora tetapi tidak baik digunakan untuk membunuh beberapa jenis bakteri gram positif dan ragi.
Ada banyak hal yang mempengaruhi kerja dari antimikroba. Hal ini sesuai dengan yang dinyatakan oleh Sarles, Frazier, Wilson, dan Knight (1956 dalam Sunarya, 2001) adalah sebagai berikut.
  1. Intensitas
Pada intensitas atau konsentrasi yang tinggi, antimikroba bekerja dalam waktu yang singkat, tetapi pada konsentrasi yang rendah desinfektan memerlukan waktu yang lama dalam membunuh mikroorganisme.
2. Jumlah mikroorganisme
Menghambat atau membunuh mikroorganisme dalam jumlah banyak lebih sulit daripada yang jumlah sedikit. Hal ini disebabkan oleh salah satu atau kedua faktor, yaitu kuantitas bahan yang menjadi penghambat atau pembunuh sel-sel dalam jumlah banyak, dan pencampuran populasi yang memunculkan tipe resisten dalam banyak sel dibandingkan dalam sedikit sel.
3. Macam organisme
Beberapa mikroorganisme sangat mudah dihambat atau dibunuh, sedangkan yang lainnya menjadi resisten. Pada umumnya, spora pada bakteri yang berspora lebih resisten daripada sel vegetatif dan jenis yang berkapsul lebih sulit dihambat dan dibunuh daripada jenis yang tidak berkapsul.
  1. Umur organisme
Pada umumnya, sel muda aktif dan berada pada fase pertumbuhan awal lebih mudah dibunuh dibandingkan yang berada pada fase maksimum pertumbuhannya. Sel tua juga lebih resisten dibandingkan yang matang serta aktif pada jenis yang sama, sedangkan mikroorganisme bentuk spora lebih resisten saat fase spora.
4. Sejarah mikroorganisme
Mikroorganisme yang berada pada kondisi di bawah optimum menjadikan mikroorganisme tersebut memiliki resisten maksimum terhadap bahan penghambat atau pembunuh. Daya resisten bakteri terhadap antiseptik atau bahan desinfektan diturunkan oleh kondisi dimana bakteri tersebut berada.
5. Keadaan medium di sekitar bakteri
Keadaan ini meliputi air, materi-materi koloid atau padatan, substansi dalam larutan, dan konsentrasi ion hidrogen pada medium. Pada umumnya bahan penghambat atau pembunuh mikroorganisme bekerja optimum pada medium yang terdapat air. Mikroorganisme yang merupakan substansi dengan perlindungan memiliki daya resisten pada resistensi pada penetrasi bahan fisik dan kimia. Beberapa materi dalam larutan ada yang melindungi mikroorganisme dan ada yang meningkatkan pengaruh pada bahan antiseptik atau desinfektan. Selain itu, pada umumnya mikroorganisme akan lebih resisten saat berada dalam medium yang memiliki pH yang sesuai untuk pertumbuhannya. Jika medium berada pada keadaan asam yang berlebihan maka daya resistensi mikroorganisme akan menurun.

No comments