Sunday, February 26, 2012

Spermatozoa


Orang laki-laki mencapai akil balig antara umur 12-16 tahun. Permulaan akil balig ini dimulai dengan dihasilkannya hormone gonadotrofin yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari (Suryo, 1997).
Spermatozoa berasal dari sel primordial yang diploid yang disebut spermatosit primer, yang mengandung 46 kromosom, yaitu 44 autosom dan 2 kromosom kelamin (pada pria berupa kromosom kelamin-X dan –Y). setelah mengalami pembelahan meiosis I, maka jumlah kromosom diparoh dan terjadilah dua macam spermatosit sekunder yang haploid, yaitu yang satu mengandung 22 autosom + sebuah kromosom –X  dan yang lainnya mengandung 22 autosom + sebuah kromosom –Y (Suryo,1997).


Bila pembelahan meiosis II yang berlangsung selama pembelahan biasa selesai, maka terbentuklah 4 sel spermatid yang masing-masing haploid. Dua buah spermatid masing-masing mengandung 22 autosom + sebuah kromosom -X dan dua buah lainnya masing-masing mengandung 22 autosom + sebuah kromosom -Y. selanjutnya spermatid akan berkembang menjadi spermatozoa.
v  Kepala; pada bagian ini mengandung lapisan tipis sitoplasma, dan sebuah ini bentuk lonjong yang hampir mengisi seluruh bagian kepala itu. Inti diselaputi selubung prisai, didepan dan dibelakang. Didepan disebut tudung atau acrosom (akrosom). Dibelakang disebut tudung belakang. Ketudung belakang melekat sentriol depan dan filamen poros.
v  Bagian tengah;  terdiri atas bagian leher dan badan,
-       leher : daerah genting sperma. Didalam terdapat sentriol dan bagian depan filamen poros
-       badan : mengandung filamen poros. Mitokondria dan sentriol belakang berbentuk cincin. (jadi sentriol yang terdapat 2 buah pada setiap sel umumnya, pada sperma letaknya terpisah dan berbeda bentuk)
v  ekor; terdiri dari bagian utama dan bagian ujung. Sedikit sekali bagian ekor ini mengandung sitoplasma dan hampir seluruhnya dibina atas filamen poros (flagellum) bagian ujung tidak mengadung sitoplasma sama sekali.
Jutaan sel diploid mengalami perkembangan ini didalam tubulus seminiferus yang terdapat didalam buah zakar (testes). Perkembangan dari sel diploid (spermatosit primer) sampai terbentuknya spermatozoa memakan waktu kira-kira 64-72 hari. Akan tetapi setiap ada sel-sel baru yang mengalami proses perkembangan itu, maka seorang pria yang normal dan sehat tidak akan kekurangan sperma.
Sperma dihasilkan terus menerus setiap hari, pada Eutheria (plasentaliaa0 jumlah sperma diproduksi jutaa ekor setiap hari oleh kedua belah testes. Spenna itu dicadangkan dalam ductus epididymis dan vas deferens. Kalau saatnya dikel;uarkan dari tubuh sperma itu terendam dalam cairan yang dihasilkan oleh tubuli seminiferi (sedikit) dan kelenjar-kelenjar tambahan. Yakni vesikula seminalis, bulbourethralis dan prostata.
Cairan (plasma) bersama sperma yang dikandung disebut mani(semen). Tabel I menunjukkan banyak mani yang dikeluarkan sekali ejakulasi (pancaran) ketika coitus, serta jumlah sperma yang terkandung dalam tiap cc. Ternyata Aves memiliki kerapatan sperma yang paling tinggi dibandingkan dengan mamalia, tapi jumlah mani yang dikeluarkan lebih sedikit.
Kerapatan ikut juga menentukan kemandulan pria. Kalu terlalu rendah (sedikit jumlahnya dalam l cc) oarang itu besar kemungkinan mandul. Jumlah minimum sperma dalam 1 cc mani orang supaya subur (fertil) ialah sekitar 40 juta. (Tapi ada juga sarjana berpendapat bahwa dengan jumlah sperma 4 juta pun sewaktu-waktu dapat menimbulkan pembuahan)
Sperma, ketika dalam seminiferus sperma tak bergerak, secara berangsur dalam ductus epididymis mengalami pengaktifan,ketika keluar dari tubuh kecepatan sperma dalam medium saluran kelamin betina sekitar 2,5 mm/menit. Karena itu disebut, bersarna vas deferens, ductus epididymis berfungsi sebagai daerah pematangan fisiologis sperma. Dalam ductus ini sperma di simpan berhari-hari sampai berbulan-bulan.
Sifat gerakan sperma menentukan juga kemandulan seseorang pria, kalau gerakan terlalu lambat, lamban atau gerakan itu tak menentu arahnya, maka pembuahan sulit berlangsung ada Batas waktu menunggu bagi ovum untuk dapat dibuahi. Kalau terlambat sperma datang tak subur lagi.
Sperma mudah sekali terganggu oleh suasana lingkungan yang berubah. Kekurangan vitamin E menyebabkan ia tak bertenaga melakukan pembuahan. Terlalu rendah atau tinggi suhu medium pun akan merusak pertumbuhan dan kemampuan membuahi. Pada mamalia skrotum memiliki suhu lebih rendah dari suhu tubuh. Jika testes tetap berada dalam rongga tubuh (abdomen) pada umumnya menyebabkan sperma rusak atau tak bisa melakukan pembuahan. Suhu scrotum 1-80 C lebih rendah dari suhu tubuh. Namun ada juga mamalia yang testesnya bukan dalam skrotum khusus, tapi dalam rongga terpisah dari rongga abdomen. Ini pun telah menurunkan sedikit suhu testes dibandingkan dengan suhu tubuh.
Perubahan pH pun merusak sperma terlebih terhadap asam. Keasaman senggama (vagina) ternyata dapat menyebabkan kemandulan pula, karena mematikan sperma yang masuk.
Suhu 45-500 C merusak dan membunuh sperma pada mamalia. Untuk usaha perbenihan (inseminasi tiruan ) dalam bidang peternakan. Suhu medium sperma mamalia dan ayam kini diatur antara 8 sampai 12O C
Sifat kekebalan, pada plasma mani bersama sperma sama-sama mengandung antigen. beberapa kemandulan dari pria maupun wanita ada hubungan dengan kekebalan yang dikandung mani. Antibodi yang ada dalam serum wanita, dan yang diangkat kemucus cervix (leher rahim) akan mengagglutinasi atau membuat sperma lumpuh, tak bisa lagi bergerak.
Secara invitro serum yang mulanya tak mengagglutinasi sperma akan menjadi mengagglutinasi kalau ditambahkan progesteron atau testoteron. Sebaliknya akan tidak mengagglutinasi atau berkurang keagglutinasian itu kalu diberi stradiol dan estriol.
Sedang dikembangkan penelitian kearah sifat kekebalan itu dalam usaha kontrasepsi. lni akan membuat akibat yang lebih balk dibandingkan dengan kontrasepsi dengan memakai hormon, yang populer kini dipakai. Dengan hormon dikira lebih banyak akibat sampingan (side effect) yang timbul pada tubuh wanita yang melaksanakan kontrasepsi dibandingkan dengan serum. Pada tahun (1975) ada yang penggunaan sejenis zat tanpa mengandung hormon lewat mulut (pil). Pekerjannya mengagglutinasi sperma dalam mucus cercix.
Setelah spermatozoa dilepaskan dan masuk kedalam uterus (rahim), dibutuhkan waktu 24 jam agar spermatozoa mempunyai kemampuan maksimal untuk memasuki sel telur meskipun spermatozoa dapat hidup untuk 3-5 hari lamanya, tetapi kemampuannya untuk memasuki sel telur makin berkurang. Pada waktu ejakulasi (dikelurkan air mani atau semen), maka semen mengandung rata-rata 250-500 juta spermatozoa. Jika jumlah spermatozoa yang abnormal melebihi 25%, maka pria itu biasanya mandul (steril). Kira-kira 4 dari 10 perkawinan infertil terutama disebabkan karena jumlah spermatozoa terlalu sedikit atau spermatozoa mengalami kelainan.
Walaupun jutaan spermatozoa telah dilepas pada saat ejakulasi, tetapi hanya beberapa ribu saja yang dapat mencapai sel telur (oviduct) dan hanya beberapa losin saja yang dapat mencapai sel telur dalam, saluran fallopi.
Pada jantan atau pria tidak adanya fluktuasi hormon yang ekivalen dengan siklus haid pada wanita. Pria normal dan sehat menghasilakn spermatozoa terus menerus dalam jumlah besar. Produksi spermatozoa secara maksimal terjadi pada kira-kira 16 tahun tetapi pria yang sehat akan terns membentuk spermatozoa sampai ia meninggal dunia.

Spermatozoa yang dihasilkan didalam tubulus seminiferus akan tertahan di epididimis, dimana ia akan bercampur dengan cairan yang dikeluarkan oleh beberapa kelenjar. Sebelum masuk kedalam epididimis spermatozoa tidak mampu membuahi sel telur. Setelah melalui epididimi, spermatozoa menjadi aktif untuk berlangsungnya spermatogenesis itu testes harus memiliki temperatur 3-4OC dibawah temperatur badan ( 37OC ) ada yang berpendapat bahwa pakaian pria yang terlalu tebal akan menimbulkan temperatur yang lebih tinggi dari pada temperatur normal yang berlaku untuk skrotum, sehingga mengurangi jumlah spermatozoa yang dibentuk.

0 komentar:

Post a Comment