Breaking News

Apa itu Informed Consent?

Persetujuan yang diinformasikan mewakili salah satu aspek etika terpenting dalam perawatan klinis dan penelitian ilmiah yang melibatkan manusia.

Artikel ini akan membahas elemen-elemen kunci dari informed consent serta penerapannya dalam penelitian dan klinik. Selain fitur-fitur inti ini, pendekatan yang harus dilakukan peneliti untuk mendapatkan persetujuan berdasarkan informasi dan perannya dalam otonomi pasien juga akan dipertimbangkan.

Pengantar konsep informed consent

Sikap yang mendasari informed consent telah menjadi aspek yang melekat dalam sistem hukum selama berabad-abad di seluruh dunia. Telah diamati sejak Yunani kuno dan sistem pengobatan tradisional India. Namun, bagian pertama dari sistem informed consent modern terjadi pada abad ke-20.

Terlihat dalam perselisihan hukum yang penting pada tahun 1914 dan 1957 (masing-masing di Amerika Serikat dan Inggris). 1,2 Kasus-kasus hukum ini bertujuan untuk melindungi otonomi tubuh dan menjunjung hak pasien untuk mengetahui efek samping pengobatan.

Pada intinya, persetujuan berdasarkan informasi (informed consent) menjunjung tinggi gagasan bahwa setiap orang mempunyai hak yang kuat untuk memutuskan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan terhadap tubuhnya dalam perawatan klinis dan penelitian ilmiah.

Hal ini melindungi individu, sehingga dokter dan peneliti harus mempertimbangkan pasien sebagai pengambil keputusan utama.


Elemen kunci dari informed consent dalam layanan kesehatan

Berbagai elemen membentuk informed consent. Aspek pertama dalam memperoleh informed consent adalah prasyarat bahwa individu yang mengambil keputusan adalah orang yang kompeten. Ini berarti pasien sehat dan sudah dewasa. 3 Jika hal ini tidak terjadi, cara lain dapat dijajaki (dibahas nanti dalam artikel ini).

Setelah menilai bahwa individu tersebut cukup kompeten untuk memberikan persetujuan, informed consent memerlukan pengungkapan informasi tentang pengobatan/penelitian. Pengungkapan informasi ini akan mencakup rincian tindakan yang diusulkan.

Informasi tersebut akan mencakup kondisi pasien, pilihan pengobatan, dan hasil jika tidak diobati. Informasi seputar pilihan pengobatan spesifik yang disarankan, seperti potensi efek samping, manfaat/hasil yang diharapkan, dan durasi pengobatan juga akan diungkapkan. 4

Informasi ini juga mencakup tujuan penelitian, proses terjadinya, dan alternatif potensial. 5 Secara keseluruhan, pengungkapan ini akan memuat semua informasi terkait, sebaiknya dalam format yang mudah dimengerti.


Dokumentasi informed consent sangatlah penting.

Meskipun persetujuan lisan dapat diberikan ketika pasien tidak dapat menandatangani atau dalam pemeriksaan rutin, konfirmasi tertulis atas persetujuan yang diinformasikan sangat penting untuk tujuan administratif. 6

Mendokumentasikan isi diskusi seputar potensi pengobatan dan hal spesifiknya penting untuk membuktikan upaya itikad baik atas nama dokter. 7 Pasien/peserta penelitian diharapkan mendapatkan salinan dokumen ini. 3

Yang terakhir, perolehan informed consent harus sepenuhnya dilakukan secara sukarela, dan pasien diberikan waktu yang tepat untuk mengambil keputusan tersebut. Persetujuan ini tidak dapat dipaksakan dari pasien.


Implikasi hukum dan etika dari informed consent

Persetujuan yang diinformasikan (informed consent) sangat penting untuk diperoleh peneliti dan dokter. Dua pendekatan utama yang dipertimbangkan ketika mendiskusikan informed consent adalah pendekatan etis dan legal.

Secara etis, praktik informed consent berasal dari inti inti yang telah disoroti sebelumnya: pasien adalah pengambil keputusan akhir dalam hal menjalani atau tidak menjalani pengobatan/terlibat dalam penelitian.

Kemampuan mengambil keputusan ini diperoleh dari akses terhadap semua informasi seputar pengobatan, termasuk sisi positif dan negatifnya.

Aspek etika ini bersifat filosofis dan berasal dari keyakinan universal bahwa semua individu berhak mendapatkan otonomi tubuh. 8 Selain implikasi etis dari informed consent, memperoleh informed consent juga diabadikan secara hukum.

Baterai adalah tindakan menyentuh seseorang tanpa persetujuan. Hal ini bahkan berlaku untuk perawatan medis, yang berarti persetujuan harus diperoleh sebelum intervensi. 3


Tantangan dan pertimbangan dalam memperoleh informed consent

Dengan pentingnya informed consent, tidak mengherankan jika terdapat banyak tantangan baik dalam memperolehnya maupun dalam penerapannya. Hambatan untuk memahami sepenuhnya aspek pengobatan/penelitian menimbulkan tantangan, seperti kendala bahasa. 9

Individu yang tidak sadarkan diri atau tidak mampu tidak dapat memberikan informed consent, dalam kasus tersebut, keluarga dapat dikonsultasikan untuk mendapatkan persetujuan, atau dalam kasus pengobatan yang menyelamatkan jiwa, informed consent diabaikan. 3,10

Aspek-aspek lain yang mungkin sepenuhnya menghalangi perolehan informed consent mencakup individu tersebut masih anak-anak, yang memerlukan persetujuan orang tua, dan persetujuan jika anak tersebut berusia lebih dari tujuh tahun.

Potensi tantangan dalam wawasan kelompok rentan berarti bahwa penelitian dan pengobatan terhadap kelompok-kelompok ini memerlukan pendekatan komunikasi yang lebih disesuaikan. 9

Terakhir, keyakinan agama dan budaya dapat menentukan keputusan keterlibatan peserta dalam pengobatan/penelitian. 9

Hal ini mungkin disebabkan oleh keyakinan pasien bahwa apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan terhadap tubuhnya berasal dari prinsip agama atau budaya. Kebebasan dalam mengambil keputusan melalui proses informed consent melindungi keyakinan ini.


Peran informed consent dalam otonomi dan kepercayaan pasien

Di luar aspek etika dan hukum yang disebutkan dalam informed consent untuk melakukan pengobatan atau pendaftaran dalam penelitian, informed consent juga menginformasikan bagaimana perasaan pasien tentang intervensi klinis.

Seperti disebutkan, otonomi pasien adalah pembenaran filosofis utama untuk informed consent di klinik dan penelitian.

Persetujuan yang diinformasikan melindungi hak pasien untuk memilih menolak pengobatan, meskipun dokter menganggap pengobatan tersebut bermanfaat. Keputusan ini sepenuhnya ada di tangan pasien dan berfungsi untuk melindungi kepentingan mereka.

Pelanggaran terhadap hak ini dapat berdampak pada kepercayaan pasien terhadap sistem layanan kesehatan, sehingga mempengaruhi keputusan pasien di masa depan untuk tidak mencari pengobatan.

Proses mendapatkan persetujuan berdasarkan informasi ini tidak hanya berpotensi memberikan dampak positif terhadap kepercayaan pasien terhadap sistem layanan kesehatan, namun juga mencegah potensi tindakan dokter yang berlebihan, bahkan jika mereka mempunyai niat yang positif.


References

1. Katz J. The Silent World of Doctor and Patient. Johns Hopkins University Press; 2002. https://books.google.co.uk/books?id=x1DNCNNX8AIC.

2. Kumar N. Informed consent: Past and present. Perspect Clin Res. 2013;4(1):21. doi:10.4103/2229-3485.106372

3. Satyanarayana Rao K. Informed consent: An ethical obligation or legal compulsion? J Cutan Aesthet Surg. 2008;1(1):33. doi:10.4103/0974-2077.41159

4. Pallocci M, Treglia M, Passalacqua P, et al. Informed Consent: Legal Obligation or Cornerstone of the Care Relationship? Int J Environ Res Public Health. 2023;20(3):2118. doi:10.3390/ijerph20032118

5. Jefford M, Moore R. Improvement of informed consent and the quality of consent documents. Lancet Oncol. 2008;9(5):485-493. doi:10.1016/S1470-2045(08)70128-1

6. Kakar H, Gambhir R, Singh S, Kaur A, Nanda T. Informed consent: Corner stone in ethical medical and dental practice. J Fam Med Prim Care. 2014;3(1):68. doi:10.4103/2249-4863.130284

7. Hall DE, Prochazka A V., Fink AS. Informed consent for clinical treatment. Can Med Assoc J. 2012;184(5):533-540. doi:10.1503/cmaj.112120

8. Beauchamp TL, Childress JF. Principles of Biomedical Ethics. Oxford University Press; 2001. https://books.google.co.uk/books?id=_14H7MOw1o4C.

9. Musmade P, Nijhawan L, Udupa N, et al. Informed consent: Issues and challenges. J Adv Pharm Technol Res. 2013;4(3):134. doi:10.4103/2231-4040.116779

10. NHS. Consent to treatment. https://www.nhs.uk/conditions/consent-to-treatment/. Published 2022.

No comments