Sunday, November 13, 2011

TUMBUHAN PAKU EPIFIT BAB 4


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Tabel Hasil dan Pengamatan

4.2  Pembahasan Spesies
Nama Spesies
Ketinggian
Paku Sarang burung  (Asplenium nidus)
1031 m
Paku Perak (Pityrogrammacalomelanos L.)
-
Paku Neprolepis  ( Nephrolepis cordifolia)
-
Paku Simbar Gadang( Ophioglossum pendulum L)
-
SP1
-
SP2
-
SP3
-
SP4
-
SP5
-
SP6
-
SP7
-

A. Tumbuhan paku sarang burung (Asplenium nidus)

KLASIFIKASI
Kingdom       Plantae
   Division         Pteridophyta
      Class              Polypodiopsida
           Ordo            Polypodiales
              Family           Aspleniaceae
                 Genus             Asplenium
                        Species        Asplenium nidus
DESKRIPSI
  1. Nama Umum : Paku Sarang Burung
  2. Nama Daerah : Kontributor Martha
Sumatera : Kadaka, Paku sarang burung (Melayu)
Jawa          : Kadaka (Jawa)
  1. Habitus : Herba
  2. Habitat
Terestrial, paku epifit pada pohon tinggi, Tumbuh tersebar di seluruh kawasan yang diamati mulai 1.060-1.240 m dpl. Tumbuh epifit di batang pohon yang telah ditebang sampai di ranting pohon besar. Secara umum tumbuhan ini banyak ditemukan baik di dataran rendah maupun daerah pegunungan sampai ketinggian 2.500 m dpl., sering menumpang di batang pohon tinggi, dan menyukai daerah yang agak lembab dan tahan terhadap sinar matahari langsung. Tanaman ini tersebar di seluruh daerah tropis.
Daun tunggal tersusun pada batang sangat pendek melingkar membentuk keranjang. Daun yang kecil berukuran panjang 7 -150 cm, lebar 3 – 30 cm. perlahan-lahan menyempit sampai bagian ujung. Ujung meruncing atau membulat, tepi rata dengan permukaan yang berombak dan mengkilat. Daun bagian bawah warnanya lebih pucat dengan garis-garis coklat sepanjang anak tulang, daun bentuk lanset, tersusun melingkar, ujung meruncing, warna daun bagian atas hijau terang, bagian bawah hijau pucat. Peruratan daun menyirip tunggal. Warna helai daun hijau cerah, dan menguning bila terkena cahaya matahari langsung..
Tangkai daun kokoh, hitam, panjang sekitar 5 cm. Tulang daun menonjol di permukaan atas daun, biasanya hampir rata ke bawah, berwarna coklat tua pada daun tua. Urat daun bercabang tunggal, kadang bercabang dua, cabang pertama dekat bagian tengah sampai ±0, 5 mm dari tepi daun. Tekstur daun seperti kertas.
Rhizome yang pendek ditutupi oleh sisik yang halus dan lebat, sisik berwarna coklat.
Paku epifit dengan akar rimpang kokoh, tegak, bagian ujung mendukung daun-daun yang tersusun roset, di bagian bawahnya terdapat kumpulan akar yang besar dan rambut berwarna coklat, bagian ujung ditutupi sisik-sisik sepanjang sampai 2 cm, berwarna coklat hitam
Sorus terletak di permukaan bawah daun, tersusun mengikuti venasi atau tulang daun, bentuk garis, warna coklat tua. Sori sempit, terdapat di atas tiap urat daun dan cabang-cabangnya mulai dari dekat bagian tengah daun sampai bagian tepi, hanya sampai bagian tengah lebar daun. dengan sori tertutup semacam kantung memanjang (biasa pada Aspleniaceae). Sorus berbentuk garis, tersusun rapat di permukaan bawah daun fertil dekat ibu tulang daun, berwarna coklat. Spora terletak di sisi bawah helai, pada urat-urat daun, entalnya dapat mencapai panjang 150cm dan lebar 20cm, menyerupai daun pisang. Ental-ental yang mengering akan membentuk semacam “sarang” yang menumpang pada cabang-cabang pohon. “Sarang” ini bersifat menyimpan air dan dapat ditumbuhi tumbuhan epifit lainnya.
Manfaat Obat penyubur rambut (Boon, 1999), demam, sakit kepala (Departemen Kehutanan dan Perkebunan, 2000), kontrasepsi, gigitan atau sengatan hewan berbisa (Baltrushes, 2006). Daunnya ditumbuk dan dicampur dengan parutan kelapa kemudian dioleskan pada rambut (Boon, 1999). Anti radang dan pelancar peredaran darah
Obat bengkak; daun paku sarang burung segar sebanyak segar sebanyak 15 gram, dicuci, ditumbuk halus dan ditambah sedikit anggur kemudian diborehkan ke bagian yang sakit.
Obat luka memar: daun paku sarang burung segar sebanyak 15 gram, dicuci dan direbus dengan 200 nil air sanipai mendidih selama 15 menit, dinginkan dan saring. Hasil saringan diminum sekaligus dan lakukan pengobatan sebanyak 2 kali sehari, pagi dan sore.
Daun paku sarang burung mengandung flavonoid dan kardenolin.
B. Tumbuhan paku perak (Pityrogrammacalomelanos L.)
Kingdom           Plantae(Tumbuhan)
    Subkingdom          Tracheobionta(Tumbuhan paku-pakuan)
          Kelas                         Pteridopsida
                 SubKelas                   Polypoditae
                        Ordo                          Polypodiales
                                 Famili                       Polypodiaceae
                                           Genus                   Pityrogramma
                                                       Spesies                Pityrogrammacalomelanos(L.)
Dalam bahas Indonesia di kenal dengan paku perak, termasuk Family Pterydaceae.
Jenis paku ini umum di kenal dengan nama paku perak (sund), pakis perak (jawa) , pada saat tumbuhan ini masih muda, seluruh entalnya tertutup oleh sejenis tepung berwarna putih kekuningan dan pada saat ental telah dewasa, tepung tersebut hanya ditemukan pada permukaan dau bagian bawah saja. Kemungkinan dengan adanya warna putih kekuningan ini orang menyebut dengan nama paku perak.
Ciri dari tumbuhan paku ini adalah rumpunnya kecil tetapi mempunyai ental yang banyak, panjang entalnya 50-100 cm. tangkai entalnya hitam, bersisik pada pangkalnya dan bagian yang tidak bersisik mengkilat. Ental tersebut menyirip ganda dua, letaknya berseling-seling, anak daun yang terletak di bagian pangkal adalah tunggal, sedangkan yang di bagian tengah dan ujungnya menyirip, yang paling ujung berlekuk dan bisa mencapai ukuran panjang 17 cm dan lebar 4-5 cm. melancip pada bagian ujungnya sporanya menyebar di baeah permukaan daun.
Mempunyai rimpang yang pendek dan tegak pada rimpang tersebut terdapat sisik yang berwarna coklat, secara ekologis paku ini sering di temukan tumbuhdi daerah-daerah terbuka, pada tempat yang berbatu di lereng-lereng bukit dan pada bekas-bekas tembok tua serta sering di temuka di tepi-tepi sungai yang terbuka maupun yang agak terlindung. Paku ini tumbuh subur baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi mencapai 1.200 m dpl. Daerah asal jenis paku ini adalah dari amerika tropika , tetapi saat ini sudah tersebar luas di daerah asia tropika, fungsi paku ini dalam lanskap lebih cocok di tanam sebagai tanaman groun cover, karena mempunyai ental banyak.
Spora pada paku perak ini terletak pada bagian bawah dari daun dan menyebar. Mempunyai rimpang yang pendek dan tegak, pada rimpang tersebut terdapat sisik yang berwarna coklat .
pada paku perak (Pityrogramma calomelanos (l)) mempunyai rumpunnya yang kecil tetapi mempunyai ental yang banyak, menyirip ganda dua, letaknya berselang-seling yang panjangnya berkisar antara 50-100 m. warna dari tangkai entalnya yaitu berwarna hitam, bersisik pada pangkalnya dan tidak bersisik mengkilat, , anak daun yang terletak dibagian pangkal adalah jenis daun tunggal, sedang yang dibagian tengah dan ujungnya menyirip yang paling ujung melekuk dan bisa mencapai ukuran 17 cm dan lebar 4-5 cm melanci ppada bagian ujungnya
Perkembang biakan tumbuhan paku: Spora adalah struktur pembiakan halus yang dihasilkan oleh paku - pakis. Spora adalah struktur reproduksi dihasilkan oleh lonjakan lembut - pakis. Terdapat Pelbagai bentuk spora, antaranya bulat, Pipih (monolete), segitiga Ada berbagai bentuk spora, termasuk bulat, datar (monolete), segitiga (Trilete) dan sebagainya. (Trilete) dan seterusnya. Untuk melihat struktur spora tersebut, mikroskop elektron pengiaman (Scanning Electron Microscope) Digunakan. Untuk melihat struktur spora tersebut, pengiaman elektron mikroskop (Scanning Electron Microscope) digunakan.  Sporangium pula yang berbentuk kapsul Merupakan lagu dwicembung. Sporangium juga sebuah lensa dwicembung berbentuk kapsul. Dinding sporangium terdiri daripada satu atau Beberapa lapisan sel, kecuali pada tepinya Bahagian Terdapat Suatu lapisan sel berdinding tebal yang mengelilingi sebahagian kapsul yang dinamakan anulus. Dinding sporangium terdiri daripada satu atau beberapa lapis sel, kecuali pada bagian tepi adalah suatu lapisan sel berdinding tebal yang mengelilingi beberapa kapsul yang disebut anulus. Bahagian Hujung pada lingkaran Terdapat satu kumpulan sel yang dikenali yang Pipih Sebagai stomium. Dalam sebagian Hujung ada satu set lingkaran sel pipih yang dikenali sebagai stomium. Apabila sporangium masak sel stomium akan pecah dan membebaskan spora yang Terdapat didalamnya. Ketika stomium sporangium masak sel akan pecah dan melepaskan spora yang terkandung di dalamnya.  Sorus Merupakan satu untaian (nama khasnya spika) seperti yang ditemui pada Ophioglossum, atau berbentuk garis panjang seperti pada genus Pteris atau yang bulat seperti genus Phymatodes. Sorus adalah salah satu untai (nama merek dagang spika) seperti yang ditemukan dalam Ophioglossum, atau berbentuk garis panjang di genus Pteris atau bulat seperti genus Phymatodes. Kedudukan dan susunan sorus amat penting kerana ia bakal menentukan genus dan spesis paku - pakis. Posisi dan struktur sorus amat penting kerana ia akan menentukan genus dan spesis paku - pakis. ]Indusium Indusium:Suatu lapisan Indusium Pelindung adalah untuk Melindungi sporangium terutama yang masih muda. Indusium adalah lapisan pelindung untuk melindungi sporangium terutama yang masih muda. Ada Ada sorus yang tidak dilindungi oleh indusium yang dikenali Sebagai sorus yang telanjang. sorus yang tidak dilindungi oleh indusium dikenali sebagai sorus yang telanjang. Sementara yang dilengkapi dengan indusium Terdapat dua jenis. Walaupun ada dilengkapi dengan dua jenis indusium. Jenis yang pertama dinamakan indusium sejati yang mana lapisan tisunya berupa penutup melengkok Ruangan terdiri daripada dua dengan Bahagian tengah berhubungan dan mengikatkannya kepada permukaan daun. Jenis yang pertama disebut indusium sejati yang meliputi lapisan tisu melengkok terdiri dari dua ruangan dengan bagian tengah terhubung dan terikat pada permukaan daun. Manakala lapisan Pelindung yang hanya berupa pelebaran dari Bahagian tepi daun yang bengkok dinamakan indusium palsu. Ketika lapisan pelindung yang hanya pelebaran bagian tepi daun yang melengkung disebut indusium palsu. SORUS DAN PEMBENTUKAN SPORA DAUN PAKIS:
Terdapat dua jenis daun paku - pakis, yang pertama dinamakan Sebagai mikrofil yakni daun daun yang berbentuk sisik dengan ukuran yang sangat kecil umunnya kurang daripada 1 cm panjangnya. Ada dua jenis daun paku - pakis, yang pertama bernama mikrofil daun-daun yang berbentuk sisik dengan ukuran yang sangat kecil umunnya kurang dari 1 cm panjangnya. Jenis daun mikrofil ditemukan pada paku - pakis seperti pada genus Psilotum, Lycopodium, Selaginella dan Paku ekor kuda. Jenis daun Mikrofil ditemukan pada paku - pakis seperti genus Psilotum, Lycopodium, Selaginella dan Paku ekor kuda. Khusus pada Psilotum dan Pengurangan Equisetum daunnya mengalami dari segi bentuk dan fungsi Sehingga bentuknya menjadi sangat kecil dan tidak Menjalankan fungsi fotosintesis. Khusus pada Equisetum Psilotum dan daun mengalami pengurangan dari segi bentuk dan fungsi sehingga bentuknya menjadi sangat kecil dan tidak menjalankan fungsi fotosintesis Jenis kedua dikenali Sebagai makrofil daun, iaitu daun yang mempunyai ukuran lebih besar daripada mikrofil daun dan mempunyai susunan yang lebih kompleks dengan Pelbagai variasi dan aktif bagi berbagai - bagai fungsi fisiologi seperti pada daun tumbuhan peringkat tinggi. Tipe kedua pengakuan sebagai makrofil daun, yaitu daun yang memiliki ukuran lebih besar dari daun mikrofil dan memiliki struktur yang lebih kompleks dengan berbagai variasi dan aktif bagi banyak - seperti fungsi fisiologis dalam daun tumbuhan peringkat tinggi. Terdapat ia dalam bentuk tunggal atau kuliah iaitu permukaan daunnya (lamina) tidak terbahagi kepada segmen - segmen yang terpisah malahan dihubungi kepada batang atau melalui Suatu Tangkai rizom sama ada panjang atau pendek. Dia adalah dalam bentuk tunggal atau kuliah yaitu permukaan daun (lamina) dengan segmen tidak terbahagi - sebenarnya segmen yang terpisah untuk batang atau dihubungi melalui rizom sebagai poros panjang atau pendek. Contoh Vittaria, Ophioglossum, Antrophyumi, Kiambang dan lain - lain. Contoh Vittaria, Ophioglossum, Antrophyumi, Kiambang dan lain - lain.

C Tumbuhan paku neprolepis (Nephrolepis cordifolia)
            Nama ilmiah: Nephrolepis cordifolia
             Nama umum: paku sepat
Nama daerah (Jawa): Paku andam, Paku sepat (Sunda), Pakis kinca (Jawa)



Klasifikasi
Kingdom     Plantae
    Divisi           Pteridophyta
        Kelas              Pteridopsida
                                      Ordo                 Polypodiales
                                 Famili               Dryopteridaceae
                                        Genus                 Nephrolepis
                                    Spesies                  Nephrolepis cordifolia

                Deskripsi  

Spesies Nephrolepis cordifolia ini diperoleh dari Taman Hutan Raya Cangar, Batu Jawa Timur yang habitatnya ditanah, akan tetapi kadang-kadang epifit. Nephrolepis dapat ditemukan pada dataran tinggi, daerah kering seperti padang pasir, daerah berair atau area-area terbuka. Selain itu dapat ditemukan 4 tipe habitat Nephrolepis yaitu, hutan rindang yang memiliki celah permukaan berkarang, khususnya yang terlindung dari sinar matahari, terdapat di daerah rawa dan tergenang air, dan tumbuh sebagai epifit pada pohon-pohon tropik.
Daun majemuk, terdapat ental (daun muda yng menggulung), berwarna hijau, peruratannya menyirip, permukaannya halus, berbentuk helaian, tepi daun bergerigi halus, anak daun berukuran 1.5-2 cm dan tangkai daunnya berbulu. Selain itu daunnya juga tereduksi artinya anak daun bagian bawah sangat kecil bila dibandingkan dengan anak-anak daun lainnya. 
Batang menjalar diatas permukaan tanah, namun kadang-kadang dibawah permukaan tanah. Berbentuk panjang, berupa rimpang, permukannya kasar dan terdapat ramenta. Tinggi batang mencapai 33 cm warnanya coklat dan tidak bercabang. 
Memiliki perakaran serabut, merambat di bawah permukaan tanah seperti rambut. Akar berwarna coklat dan terdapat sisik.
Sorus terdapat di peruratan daun bagian tepi dan tengah, berbentuk bulat. Setiap sporangium mengandung spora yang berwarna kuning dan jarang berwarna kahijauan, permukaanya lembut, spora bertangkai 2 sampai 3 sel baris. Gametofit terdapat dibawah tanah berbentuk elipps, arkegonia dan anteridia terdapat dipermukaan bawah. Sedangkan indusiumnya berbentuk ginjal.
Daur hidup Nephrolepis cordifolia terdiri dari dua fase utama yaitu: gametofit dan sporofit. Nephrolepis cordifolia yang kita lihat merupakan bentuk fase sporofit karena menghasilkan spora. Bentuk generasi fase gametofit dinamakan protaliumGametofit tersebut menghasilkan gamet (sel sperma dan sel telur) melalui pembelahan mitosis. Selanjutnya sperma membuahi sel telur dengan cara manggabungkan diri pada protalus. Pembuahan sel telur menghasilkan zigot yang diploid dan berkembang melalui pembelahan miosis sehingga menjadi sporofit (tumbuhan Nephrolepis).
Secara umum Nephrolepis memilki manfaat sebagai berikut:
  • Sebagai bahan pembuatan obat cacing. 
  • Dapat mengobati kanker perut. 
  • Digunakan sebagai bahan bangunan di derah-daerah tropis. 
  • Sebagai sayur-sayuran.
  • Manfaat Nephrolepis cordifolia sebagai Obat disentri, infeksi saluran kemih, penurun panas atau demam dan anti bakteri.
    Semua bagian tanaman paku sepat mengandung saponin, kardenolin, flavonoid dan tanin.

D.Tumbuhan paku simbar gadang (Ophioglossum pendulum L)

 Nama umum; Paku Simbar Gadang

Klasifikasi
            Kingdom     Plantae
                    Divisi           Pteridophyta
                          Kelas              Psilotopsida
                                                        Ordo               Ophioglossales
                                                   Famili               Ophioglossaceae
                                                              Genus                 Ophioglossum
                                                           Spesies                  Ophioglossum pendulum L
E. SP1





F. SP2


G. SP3

H. SP4






I.SP5


J. SP6


K.SP7




L. SP8

M.  SP9















BAB V
PENUTUP

Pada penelitian tumbuhan paku epifit di Hutan R.Suryo Cangar Batu Malang, dengan menggunakan metode jelajah ini, setelah dilakukan identifikasi telah ditemukan beberapa spesies tumbuhan paku efifit diantaranya adalah paku sarang burung (Asplenium nidus),paku perak (Pityrogrammacalomelanos L.),paku neprolepis (Nephrolepis cordifolia), paku Simbar Gadang( Ophioglossum pendulum L)












DAFTAR PUSTAKA

Gunawan.2000.Wisata Daerah Jawa Timur. Jogyakarta; Andi
Mitchell.1989.Ekologi tumbuhan. Jakarta; Erlngga
Raven.1992. Mofologi Tummbuhan. Jakarta; Erlangga
Saktiyono.2004. Ipa Biologi 1. Jakarta; Erlanga
Tjittsoepomo.1991. Morfologi Tumbuhan. Jogyakarta; UGM Press

0 komentar:

Post a Comment